
Pada Malam itu hujan turun pelan membasahi terminal kecil di pinggir kota. Jam sudah menunjukkan hampir pukul sebelas malam ketika Arman berdiri sendirian di bawah lampu yang redup. Ia baru saja pulang dari rumah temannya dan terlambat mendapatkan kendaraan terakhir menuju kampungnya di daerah selatan.
Terminal tampak sepi. Hanya ada suara rintik hujan, gesekan daun yang tertiup angin, dan sesekali bunyi anjing menggonggong dari kejauhan. Beberapa kios sudah tutup sejak tadi sore. Penjaga loket pun entah pada ke mana.
Jalan hutan yang sangat sunyi
Arman sebenarnya mulai merasa khawatir. Jalan menuju kampungnya terkenal begitu sunyi dan melewati hutan kecil yang jarang dilalui Link KETUATOTO pada malam hari. Namun ia tidak punya pilihan selain menunggu, berharap masih ada bus yang lewat.
Sekitar lima belas menit kemudian, dari kejauhan terlihat cahaya lampu kendaraan yang mendekat perlahan. Arman merasa lega. Sebuah bus tua berwarna abu-abu berhenti tepat di depan terminal. Bentuknya tampak sangat kuno, seperti bus antarkota zaman dulu. Catnya kusam dan sebagian bodinya terlihat sudah berkarat.
Yang membuat Arman terheran - heran, tidak ada tulisan jurusan di kaca depan bus itu. Hanya ada lampu kecil berkedip di bagian atas pintu.
Pintu bus terbuka sendiri dengan suara berdecit panjang.
“Ke arah selatan, Pak?” tanya Arman kepada sang sopir.
Pria tua yang duduk di balik kemudi hanya mengangguk pelan tanpa berkata apa-apa. Wajahnya begitu pucat dan matanya terlihat kosong. Meski merasa sedikit aneh, Arman tetap naik karena memang tidak ada pilihan lain lagi.
Di dalam DAFTAR KETUATOTO suasananya sangat dingin. Padahal jendela tertutup semua. Lampu kabin remang-remang berwarna kekuningan. Beberapa penumpang duduk diam tanpa bersuara. Tidak ada yang berbicara ataupun memainkan ponsel. Semua hanya menunduk.
Arman memilih duduk di tengah. Saat bus sudah mulai berjalan, ia baru sadar bahwa tidak ada suara musik ataupun suara mesin yang biasa terdengar dari kendaraan tua. Yang terdengar hanya suara hujan memukul kaca.
Beberapa menit berlalu.
Arman mencoba memperhatikan para penumpang. Aneh sekali, pakaian yang mereka pakai terlihat seperti model lama. Ada seorang ibu memakai kebaya lusuh, seorang pria dengan jas hitam yang jadul, dan beberapa orang lain yang wajahnya pucat seperti kurang tidur.
Perasaan tidak nyaman mulai muncul.
Ia mencoba menenangkan diri dengan melihat keluar arah jendela, tetapi jalan yang dilewati terasa asing. Bus melaju melewati jalur hutan yang gelap tanpa satu pun kendaraan lain.
Tiba-tiba seorang nenek yang duduk di depan menoleh perlahan kepadanya.
“Kamu baru pertama naik bus ini nak?” tanyanya lirih.
Arman mengangguk pelan.
Nenek itu tersenyum dengan tipis, namun senyumnya justru membuat bulu kuduk Arman berdiri.
“Kalau sudah sampai nanti, jangan menoleh ke belakang,” bisik sang nenek kepada arman.
Sebelum Arman sempat bertanya, nenek itu kembali diam menatap lurus ke arah depan.
Bus terus melaju semakin jauh memasuki jalan yang berkabut. Jam tangan Arman mendadak berhenti tepat pukul 11.45. Sinyal ponselnya juga hilang total. Perasaan takut mulai menguasainya.
Ia memberanikan diri berjalan ke arah sopir untuk bertanya apakah bus akan segera sampai di daerah LINK KETUA TOTO. Namun saat mendekat, Arman langsung terdiam.
Kaca spion di depan memperlihatkan wajah sang sopir yang berbeda. Wajah itu tampak seperti tengkorak dengan mata cekung hitam.
Arman mundur perlahan sambil menahan napasnya.
Saat itulah ia sadar bahwa tidak ada satu pun penumpang memantulkan bayangan di kaca jendela.
Tubuhnya gemetar hebat.
Ia ingin turun, tetapi bus terus melaju dengan cepat. Jalan di luar semakin gelap dan berkabut tebal. Beberapa kali Arman merasa melihat sosok yang berdiri di pinggir jalan sambil menatap bus itu lewat.
Kemudian bus berhenti dengan mendadak di tengah jalan hutan.
Pintu terbuka secara perlahan.
Sopir menunjuk keluar tanpa bicara.
Arman tidak berpikir panjang. Ia segera turun dan berlari sejauh mungkin menembus KETUATOTO DAFTAR. Di belakangnya terdengar suara pintu bus tertutup kembali.
Namun Arman teringat pesan yang di sampaikan nenek tadi. Ia berusaha keras untuk tidak menoleh ke belakang meski mendengar suara aneh seperti banyak orang memanggil namanya.
“Arman… pulanglah bersama kami…”
Suara itu terdengar samar bercampur angin malam.
Arman terus berlari sampai pada akhirnya melihat sebuah warung kecil yang masih buka di tepian jalan. Pemilik warung yang sudah tua tampak begitu kaget melihat kondisi Arman yang basah kuyup dan pucat.
“Kenapa kamu bisa berada di jalan ini tengah malam begini?” tanya pria tua itu.
Dengan napas yang terengah, Arman menceritakan semuanya tentang bus tua yang ditumpanginya.
Wajah pemilik warung langsung berubah serius.
“Kamu beruntung masih hidup nak,” katanya pelan.
Menurut cerita warga sekitar, puluhan tahun yang lalu pernah terjadi kecelakaan besar di jalur selatan itu. Sebuah bus masuk jurang saat hujan deras dan seluruh para penumpangnya meninggal dunia. Sejak saat itu, banyak orang mengaku melihat bus tua muncul pada malam - malam tertentu, terutama ketika hujan turun.
Bus itu konon mencari penumpang untuk menemani perjalanan terakhir mereka.
ketuatoto langsung merinding mendengar cerita tersebut.
Pemilik warung pun lalu mengantar Arman pulang menggunakan motornya menjelang subuh tiba. Selama perjalanan, Arman beberapa kali melihat ke arah belakang dengan rasa takut. Namun tidak ada apa pun di jalan gelap itu.
Sesampainya di rumah, Arman jatuh sakit selama beberapa hari. Ia sering sekali mimpi berada di dalam bus tua dengan para penumpang pucat yang menatapnya tanpa berkedip sedikitpun.
Sejak kejadian itu, Arman tidak pernah mau lagi bepergian larut malam, apalagi melewati jalur selatan sendirian.
Bagi sebagian orang, kisah bus ghaib mungkin hanya dianggap cerita menakutkan untuk mengisi malam saja. Namun bagi mereka yang pernah mengalami sendiri kejadian aneh di perjalanan malam, ada rasa takut yang sangat sulit dijelaskan dengan logika.
Kadang dunia memang menyimpan misteri yang tidak semua orang mampu memahami nya.
Kesimpulan
Kisah KETUATOTO ALTERNATIF di jalur selatan mengajarkan bahwa tidak semua hal dapat dijelaskan dengan akal sehat. Pengalaman Arman menjadi pengingat agar selalu berhati-hati saat bepergian keluar, terutama pada malam hari di tempat yang sepi. Cerita seperti ini juga menunjukkan bahwa cerita legenda dan cerita mistis masih hidup di tengah masyarakat karena adanya pengalaman yang dianggap nyata oleh sebagian orang. Terlepas percaya atau tidak, kisah tersebut akan tetap menjadi cerita menyeramkan yang meninggalkan kesan begitu mendalam bagi siapa saja yang mendengarnya.